Lokasi Wisata di Tempuh dengan Transportasi Umum ke Lumajang

Lokasi Wisata di Tempuh dengan Transportasi Umum ke Lumajang

Lokasi Wisata di Tempuh dengan Transportasi Umum ke Lumajang – Lumajang merupakan kabupaten yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Probolinggo, Jember, dan Malang. Bentang alam Lumajang cukup unik karena diapit oleh tiga gunung berapi, yakni Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Lemongan. Selain membuat tanahnya slot777 subur, letak geografis ini sangat menguntungkan sektor pariwisata. Ada banyak tempat wisata Lumajang yang menyajikan pemandangan eksotis. Untuk mengunjungi destinasi wisata Lumajang, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Dari Surabaya, Anda bisa menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam.

Desa Wisata Ranupani

Selain B29, Desa Ranupani juga termasuk salah satu tempat wisata Lumajang yang eksotis. Lokasinya berada di 2.200 meter di atas permukaan laut. Desa ini menawarkan berbagai kegiatan wisata alam dan fasilitas lengkap untuk pengunjung. Desa Wisata Ranupani berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Lumajang, dengan estimasi waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Di Ranupani, Anda bisa menjajal fasilitas penyewaan kuda, kemudian berjalan-jalan mengitari desa, sekaligus menikmati Ranu Pani.

Baca Juga : Tempat Liburan Popularitas Terbaik di Sekitaran Ancol

Pantai Watu Pecak

Pantai Watu Pecak merupakan tempat wisata Lumajang yang terletak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian. Pantai ini dikenal dengan pemandangan pasir hitam yang indah, deburan ombak, serta udara segar. Fasilitas dan aktivitas di pantai ini cukup beragam, mulai dari penyewaan kuda, mandi di server kamboja pantai, hingga kulineran di sekitar pantai. Pantai Watu Pecak dibuka setiap hari dengan tarif masuk mulai dari Rp10.000-20.000.

Hutan Pinus

Hutan pinus yang ada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, juga termasuk tempat wisata Lumajang yang eksotis. Di sana, Anda dan keluarga bisa piknik kecil sembari menikmati sejuknya udara sekitar. Jam buka hutan pinus di Desa Penanggal ini 24 jam. Hanya saja, saat malam, tidak ada orang berjualan. Namun, Anda bisa memilih untuk membangun tenda di sana, baik bersama teman atau keluarga.

Puncak B29

Puncak B29, yang dijuluki sebagai “Negeri di Atas Awan”, juga termasuk tempat wisata di Senduro, Lumajang, dengan pemandangan eksotis. Letaknya di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Puncak B29 memiliki ketinggian mencapai 2.900 mdpl, menjadikannya puncak tertinggi di kawasan lautan pasir Bromo. Tiket masuk ke wisata B29 sebesar Rp10.000 per orang. Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam 360 derajat, termasuk matahari terbit di sisi timur, pemandangan Gunung Bromo di sisi barat, Gunung Semeru di sisi selatan, serta nyala lampu Kota Probolinggo di sebelah utara saat malam. Gumpalan awan di bawah bukit membuat wisatawan bak berada di atas awan.

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah danau yang terletak di jalur pendakian menuju puncak Gunung Semeru. Danau ini berada di ketinggian sekitar 2.400 mdpl. Dengan bentang area sekitar 15 hektar, Anda bisa membangun tenda di hamparan rumput luas sembari menikmati pemandangan eksotis berupa danau. Untuk bisa menuju destinasi wisata Lumajang ini, Anda perlu mengurus izin terlebih dahulu di loket pendakian yang terletak di Ranupani. Selain itu, Anda mesti berjalan kaki selama kurang lebih 6 jam untuk sampai ke Ranu Kumbolo.

Perkebunan Teh Kertowono

Perkebunan teh Kertowono terletak di Desa Gucialit, Kabupaten Lumajang. Perkebunan ini dikelola oleh PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tempat wisata Lumajang berupa hamparan tanaman teh ini menawarkan berbagai fasilitas dan kegiatan, termasuk penginapan, camping ground, pabrik teh, dan wisata agro. Tarif masuk kebun teh Kertowono hanya Rp5.000. Perkebunan ini terbuka dengan jam operasional 24 jam setiap hari.

Gua Tetes

Gua Tetes merupakan tempat wisata Lumajang yang berlokasi di Kecamatan Pronojiwo. Gua Tetes pertama kali ditemukan oleh seorang penggergaji kayu pada tahun 1969. Nama Gua Tetes berasal dari letaknya yang berada di bawah sebuah air terjun sehingga banyak tetesan air yang mengucur dari langit-langit gua. Pada 1975, gua ini mulai dikunjungi oleh masyarakat, terutama organisasi Pramuka dari sekolah sekitar Pronojiwo Lumajang. Gua Tetes dibuka setiap hari, kecuali pada hari libur nasional. Biaya masuknya tidak diketahui secara pasti, tetapi biasanya tempat wisata ini meminta biaya masuk sekitar Rp5.000-10.000 per orang.